Lamine Yamal dari Barcelona Dapat Kabar Buruk Soal Ballon d’Or
Lamine Yamal dari Barcelona Dapat Kabar Buruk Soal Ballon d’Or. Barcelona mendapat kabar kurang menyenangkan soal Ballon d’Or terkait bintang belia mereka, Lamine Yamal. Menurut laporan dari PSG Talk, kabar ini datang langsung dari pelatih PSG, Luis Enrique, yang kini berada di pucuk pimpinan klub setelah membawa Ousmane Dembélé kembali membara di panggung dunia. Dalam pernyataan yang disiarkan ke DAZN, Luis Enrique menyampaikan bahwa Dembélé pantas diganjar Ballon d’Or tahun ini. BERITA LAINNYA
Alasannya jelas, yaitu karena kontribusi luar biasa dari sang winger di sepanjang musim, terutama penampilannya di ajang Liga Champions dan kontribusi krusial di turnamen Piala Dunia Antar Klub. Enrique menyebutkan bahwa musim Dombele bersama PSG yang mencakup trofi Liga Champions, gol-gol penting di semifinal melawan Real Madrid dan performa konsisten membuatnya menjadi kandidat utama. Hal itu menempatkan Yamal di posisi yang lebih sulit untuk bersain.
Lamine Yamal sendiri menjalani musim yang nyaris sempurna bersama Barcelona. Musim 2024/25 menjadi saksi gemilangnya dengan meraih treble domestik (La Liga, Copa del Rey, Supercopa de España), sambil menorehkan statistik menonjol, dengan 18 gol dan 25 assist di berbagai kompetisi. Ia juga menjadi starter reguler sejak usia 16 tahun, memecahkan rekor demi rekor termasuk menjadi pemain termuda yang mencetak gol di El Clásico dan dalam sejarah Barcelona.
Bahkan, gelandang legendaris Hristo Stoichkov dan eks pilar Barcelona Gerard Piqué secara terbuka menyebut Yamal layak jadi kandidat pemenang Ballon d’Or. Namun, dukungan publik dan legenda ternyata tidak cukup untuk menandingi performa fenomenal Dembele.
Meski Yamal mendapatkan rehabilitasi opini di media Spanyol dan dukungan dari sosok-sosok besar seperti Luis Figo, Cristiano Ronaldo, hingga Rodri yang memandang Yamal sebagai talenta masa depan, namun perlu perlahan tanpa tekanan besar namun kenyataannya, sorotan global semakin mengarah ke Paris. Ronaldo menekankan bahwa Yamal masih bisa tumbuh tanpa beban, sementara pelatih Prancis Didier Deschamps memilih berada di belakang Dembélé sebagai favorit kuat.
Yang semakin menambah tekanan adalah fakta bahwa PSG tak hanya memenangkan Liga Champions, mereka juga menghancurkan rival besar seperti Inter Milan 5‑0 dan Real Madrid 4‑0 di semifinal Piala Dunia Antar Klub, dengan Dembélé aktif menyumbangkan gol dan assist. Setiap trofi akan memperkokoh nilai pemain dalam mata para pemilih Ballon d’Or.
Di sisi Barcelona, dilaporkan bahwa Yamal baru saja menandatangani kontrak hingga 2031 dengan gaji yang membuatnya menjadi salah satu pemain bergaji tertinggi di klub, mencerminkan kepercayaan jangka panjang terhadapnya. Meskipun timnya gagal mencapai final Liga Champions, namun hal yang selalu jadi tolok ukur utama adalah prestasi domestik dan perannya di La Masia tetap menjadi penegasan potensinya.
Meskipun Yamal memiliki teknik yang mumpuni, keberanian di lapangan, kedewasaan mental, namun ada kesan bahwa trofi bergengsi Eropa yang diraih Dembele memberi angin besar bagi peluangnya di penganugerahan Ballon d’Or 2025. Setidaknya, dalam subjektivitas para pemilih, kemenangan di kompetisi dengan cakupan global cenderung diprioritaskan.
Secara keseluruhan, pekan ini membawa angin dingin bagi masa depan Yamal dalam kontes Ballon d’Or. Meski performanya luar biasa, secara realpolitik ia harus bersaing dengan profil pemain yang sudah matang dan tampil gemilang di panggung terbesar Eropa.
Kesimpulan: Lamine Yamal dari Barcelona Dapat Kabar Buruk Soal Ballon d’Or
Yamal berusia baru 18 tahun sejak 13 Juli 2025, dan ini menjadi pertimbangan besar bahwa keputusan pemilihan Ballon d’Or tidak semata soal potensi, tapi juga konsistensi dan capaian turnamen besar. Untuk fans Barca, ini sinyal agar realistis menerima bahwa, setidaknya tahun ini, sang wonderkid harus bersabar dan terus membangun rekam jejak.
Post Comment