Hasil Akhir Pertandingan AC Milan vs Lazio
Hasil Akhir Pertandingan AC Milan vs Lazio. Malam Minggu, 30 November 2025, San Siro berubah jadi benteng tak tertembus saat AC Milan mengalahkan Lazio 1-0 di pekan ke-13 Serie A 2025/26. Gol tunggal Rafael Leao di menit ke-51 jadi penentu kemenangan, memanfaatkan umpan silang akurat dari Fikayo Tomori yang langsung disambut tendangan keras ke pojok bawah gawang Ivan Provedel. Kemenangan ini mengirim Rossoneri ke puncak klasemen sementara dengan 28 poin, unggul satu poin dari Roma yang masih punya laga tunda. Bagi Lazio, kekalahan tipis ini pertahankan posisi mereka di peringkat kedelapan dengan 18 poin, meski sempat punya dua peluang emas yang terbuang. Pertandingan ini penuh drama, termasuk kontroversi penalti di injury time yang akhirnya dibatalkan VAR, membuat Allegri diusir dari pinggir lapangan karena protes. INFO SLOT
Jalannya Pertandingan yang Ketat dari Awal: Hasil Akhir Pertandingan AC Milan vs Lazio
Babak pertama berlangsung seimbang tapi kurang greget, dengan kedua tim saling jaga jarak. Milan mendominasi penguasaan bola hingga 58 persen, tapi peluang bersih minim—hanya satu tembakan tepat sasaran dari Adrien Rabiot yang digagalkan Provedel. Lazio lebih berbahaya di counter, dengan Mattia Zaccagni nyaris cetak gol di menit ke-28 lewat sundulan dari umpan Adam Marusic, tapi Mike Maignan lakukan penyelamatan gemilang. Boulaye Dia juga hampir jebol gawang di menit ke-18 dengan lari solo, tapi lagi-lagi kiper Milan angkat kaki tepat waktu. Skor 0-0 hingga turun minum terasa adil, meski kedua pelatih—Allegri dan Marco Baroni—sudah saling lempar instruksi untuk buka ruang. Milan kesulitan tembus pertahanan Lazio yang kompak, sementara tamu gagal manfaatkan transisi cepat.
Gol Leao dan Dominasi Babak Kedua: Hasil Akhir Pertandingan AC Milan vs Lazio
Klimaks datang enam menit setelah jeda. Tomori, yang kembali solid setelah cedera, kirim umpan silang panjang dari sisi kanan. Leao, dengan insting predatornya, kontrol bola sempurna sebelum lepaskan tendangan keras ke sudut jauh—gol keempatnya musim ini yang langsung ubah momentum. Lazio langsung tekan balik, ganti Vecino dengan Dele-Bashiru untuk tambah kreativitas, tapi lini tengah Milan yang dipimpin Youssouf Fofana tetap kuat, memutus 68 persen serangan tamu. Isaksen sempat lolos marking di menit ke-70, tapi sundulannya melebar tipis. Milan, dengan formasi 3-5-2 yang fleksibel, kuasai permainan melalui Luka Modric yang beri tiga kunci passing akurat, meski Nkunku kesulitan ciptakan peluang. xG Milan 1.2 lawan 0.9 Lazio, bukti efisiensi tuan rumah yang naik level setelah gol.
Kontroversi Penalti dan Kartu Merah Allegri
Drama memuncak di injury time babak kedua. Alessio Romagnoli lepaskan tembakan keras yang membentur lengan Strahinja Pavlovic di kotak penalti. Lazio langsung protes, VAR review berlangsung panjang, dan wasit sempat tunjuk titik putih—tapi akhirnya dibatalkan karena Pavlovic anggap pelanggaran Marusic sebelumnya. Keputusan ini bikin Allegri meledak: pelatih Milan dapat kartu merah karena campur tangan VAR check, meninggalkan tim tanpa arahan di pinggir lapangan. Lazio frustrasi, tapi keputusan wasit pakai common sense selamatkan Milan dari kekalahan konyol. Ini jadi pengingat betapa tipisnya garis antara kemenangan dan kekalahan di Serie A musim ini, di mana VAR sudah ubah 12 keputusan penalti.
Kesimpulan
Kemenangan 1-0 atas Lazio ini seperti suntikan energi bagi AC Milan yang kini pimpin klasemen, perpanjang rekor tak terkalahkan jadi 13 laga di semua kompetisi. Leao bukti dirinya sebagai senjata mematikan, sementara pertahanan solid Maignan-Tomori jadi pondasi utama. Bagi Lazio, kekalahan ini jadi pelajaran untuk lebih klinis di depan gawang, meski posisi delapan masih aman dari ancaman bawah. Dengan Allegri dihukum satu laga, Milan harus cepat adaptasi jelang big match lawan Juventus pekan depan. Pertandingan di San Siro malam itu ingatkan Serie A selalu penuh ketegangan: satu gol, satu keputusan, bisa ubah segalanya. Musim 2025/26 makin seru, dan Rossoneri tampak siap bertahan di puncak.



Post Comment